SELALU SAMA SEPERTI INI, BAGAIMANA CARA MENGUBAHNYA?

Hari ini aku berada di rumah. Sudah sejak tanggal 15 kemarin aku pulang, karena di kampus sedang libur. Senang sekali rasanya ketika pertama kali sampai di rumah dan bertemu dengan orang tuaku.  Rasa rindu yang selama ini mengusik tidurku telah terobati sudah dengan pertemuan ini. Berbagai hidangan makanan telah siap di dapur. Orang tuaku selalu saja mempersiapkan makanan seperti ini setiapa anaknya yang jauh baru pulang. Ritual seperti ini selalu dilakukan orang tuaku sejak kakakku kuliah dulu hingga aku sekarang.
            Memang wajar sih, kenapa orang tuaku mempersiapkan semua itu. Sebab orang tuaku mengerti bahwa kami (aku dan kakakku) jarang menikmati makanan seenak masakan rumah selama di kampus. Melihat makanan yang begitu menggoda, aku langsung memutuskan untuk mandi, ganti baju, dan langsung makan. Nyam…nyam…mantap :D. Setelah selesai makan, ritual lain yang aku lakukan dengan orang tuaku adalah bercerita (ngobrol) tentang semua hal yang aku alami. Berbagai macam hal… mulai yang menyenangkan, lucu, menjengkelkan, dan menggelikan. Semuanya yang aku ingat aku ceritakan. Hari pertama biasanya aku habiskan dengan banyak ngobrol dan tidur karena aku cukup lelah menempuh perjalanan Bogor-Madura (kira-kira 1 hari 1 malam) di kereta.

 

            Bagaimana dengan hari ke-2? Biasanya hari ke-2 aku habiskan untuk bersilaturrahmi ke rumah keluarga dan tetangga dekatku. Ritual ini adalah hal yang lumrah diilakukan di keluargaku. Mungkin karena keluargaku tinggal di desa sehingga rasa kekeluargaannya masih kuat kali ya. Ritual ini memakan waktu cukup lama karena keluargaku adalah keluarga besar, sehingga tidak cukup hanya 1 hari. perlu 2 atau 3 hari untuk menyelesaikannya. Apalagi, apabila akan berkunjung ke rumah para saudara, tidak cukup hanya 1 jam saja waktu berkunjungnya, need more 1 hour guys,,,,
            Oke…inti dari judul tulisanku di atas bukan mempermasalahkan soal makanan atau silaturrahmi. Both of them are good i think. Soal makan yang orang tuaku siapkan adalah hal yang positif menurutku karena hal itu merupakan tindakan perbaikan gizi oleh orang tuaku setelah sekian lama di tempat kost aku makan tahu, tempe yang monoton tidak seperti di rumah yang lebih beraneka ragam dan bergizi tinggi. Soal ritual silaturrahmi yang aku lakukan juga merupakan hal positif sebab dalam islam pun dianjurkan untuk menyambung tali silaturrahmi. Silaturrahmi dapat melancarkan rizki sedangkan yang memutuskan tali silaturrahmi akan mendapat laknat dari Allah… nauzubillah…
            Bukan 2 hal tersebut intinya. Tapi hal-hal yang aku lakukan setelah 2 hal itu. Yakni kegiatan berleha-leha, bersantai, tidur-tiduran, dan membuang-buang waktu tanpa tujuan serta tanpa ada sesuatu yang aku hasilkan (sesuatu yang positif maksudnya). Awalnya, pikiranku membenarkan apa yang aku lakukan. Wajar lah… selama ini kan aku udah sibuk, jadi tidak apa-apa kalau sekarang istirahat sejenak untuk menghilangkan kepenatanku. Tapi sayangnya, bukan hanya sejenak waktu yang aku habiskan, berjenak-jenak waktu malah. Sialnya, hal itu aku lakukan setiap kali aku libur kuliah…astaghfirullah…
            Sampai akhirnya, hari ini aku sadar dan menulis tulisan ini. aku bingung kenapa hal ini terus terjadi?…oleh karena itu, aku putuskan untuk menulis sesuatu selama aku libur ini. apapun akan aku tulis, tulisan apapun, tulisan aneh ataupun tulisan tidak karuan akan aku tulis terus dan kemudian akan aku post di blogku. Sebab, bisa saja tulisan yang aku anggap aneh atau tidak jelas hari ini, bisa saja memberikan pelajaran dan pencerahan untukku di kemudian hari. syukur-syukur untuk orang lain juga. Ya kan…? he…he…he…