struggle to UNAIR

PART II
pengumuman peserta semifinal sudah keluar, kami diberi waktu seminggu untuk mempersiapkan semuanya. hal pertama yang kami siapkan adalah membuat produk selai belilmbing wuluh kami. belimbing wuluh cukup melimpah di kampus. jadi kami hanya cukup meminta izin untuk mengambil belimbing wuluh tersebut kepada petugas. sebab belimbing wuluh masih sangat jarang dimanfaatkan. lihat saja gambar ini
gambar belimbing wuluh berserakan tidak dimanfaatkan
aku sedang mengambil belimbing wuluh yang berserakan
 aku dan ulfi memanen belimbing wuluh
di gambar sudah bisa menjelaskan alasan kami kenapa kami mengambil belimbing wuluh sebagai objek dari projek kami. melimpah, tak termanfaatkan, namun memilki banyak manfaat apabila diolah dengan baik -nah,,,makanya kami membuat selai dari belimbing wuluh :D-. setelah belimbing wuluh dan segala bahan-bahan yang dibutukan telah siap, kami mulai membuat produk. awalnya gagal -hiks,,sedih- tapi kami terus berusaha membuat dan mencari informasi di internet cara membuat selai lembaran. akhirnya,,,setelah beberapa proses, alhamdulillah produk kami selesai juga -hore…-
untuk menguji kualitas rasa, kami mengajak teman-teman GASISMA (keluarGA mahaSISwa MAdura) untuk kumpul bareng. kami membawa roti dan selai belimbing wuluh yang telah berbentuk lembaran. mereka sangat antusias karena kami membawa makanan gratis -dasar mahasiswa ya… :D-. tak lupa pula kami memberikan kuesioner untuk mereka isi. data hasil uji organoleptik telah kami dapat. setelah semua data kami dapatkan, saatnya membuat ppt untuk presentasi. untuk urusan yang satu ini, kami memilih jalan untuk konsultasi ke teman-teman dan juga kakak-kakak FORCES (Forum for Scientifict Studies) -jika ingin tau lebih jauh tentang FORCES  kunjungi aja forces ipb-, sebab mereka adalah orang-orang yang sudah ahli dalam hal ini. ketika kami konsultasi, kak septian menyarankan agar kami memesan tiket bis atau kereta ke surabaya terlebih dahulu agar tida ribet nantinya. tapi emang dasar kami yang selebor, kami tenang-tenang aja. kenapa? karena kami ingin naik kereta ekonomi. jadi kami pikir bisa beli on the spot.
pada har H keberangkatan, kami bangun tidur pagi sekali agar bisa sampai di stasiun lebih cepat. teman sekontrakan kami, Utari -yang juga lolos ke AIC- masih belum berangkat karena menunggu anggota kelompok mereka yang masih kuliah. jadi kami memutuskan untuk berangkat duluan ke stasiun agar kami bisa membeli tiket untuk mereka juga. mereka setuju,,,kami pun berangkat ke stasiun BOGOR. karena kami mendapat isu bahwa di stasiun Jakarta Kota (jakot) telah habis tiket kereta ekonomi tujuan surabaya, kami berencana membeli tiket di st.pasar senen. jadi, kami turun di st. manggarai agar bisa ke st.pasar senen, lau naik kereta yang ke pasar senen.
“malu bertanya, sesat di jalan” pepatah itu mungkin telah sering kita dengar, namun mungkin masih banyak orang yang masih belum memahami maknanya dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. nah,,,hal itulah yang terjadi padaku dan teman-temanku. tanpa bertanya sana-sini, kami langsung saja naik kereta dari manggarai dan dengan muka -sok tau- membaca rute perjalanan kereta. dengan ekspresi yang begitu PD, aku mengatakan pada teman-temanku bahwa kami telah naik kereta yang benar berdasarkan peta rute yang aku baca di dalam kereta. kami hampir saja ketinggalan kereta ini -keretanya udah mau berangkat-
“untung ya,,,kita ga ketinggalan kereta ini,,,hehhee” aku berceloteh kepada Ulfi dan Dita
mereka berdua kompak menjawab “ia…ia…untung aja…
kereta mulai berjalan,,,namun kok ada yang aneh ya,,,stasiun yang ada di peta rute menuju ke pasar senen tidak ada yang sesuai dengan stasiun yang kami lewati. dengan perasaan was-was, aku bertanya pada petugas. benar saja apa yang kami takutkan,,,,ternyata arah kereta ini berlawanan arah dengan stasiun yang kami tuju…-waduh…- akhirnya kami meminta turun di st.tanah abang, stelah itu kami naik angkot untuk sampai ke st.jakot. ulfi mendapat sms dari utari bahwa mereka sudah sampai di stasiun jakarta kota -kami yang berangkat duluan aja belum sampai ni…astaghfirullah,,,-. bukan hanya itu, utari juga mengatakan bahwa tiket kereta ekonomi sudah habis, bahkan tiket kereta bisnis tujuan Surabaya juga sudah terjual habis -mereka bertiga adalah pembeli terakhir-. haaahhh??? 
lau bagaimana nasib kami??? ……..
Advertisements

2 comments on “struggle to UNAIR

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s