Diiringi Musik

waktu makan siang adalah waktu dimana kantin-kantin kampus dikerubungi oleh mahasiswa. termasuk kantin yang aku kunjungi siang ini. hari ini aku kuliah di Fakultas kehutanan. setelah kuliah selesai, aku memutuskan untuk makan siang di kantin dekat ruang kuliah, tak tau apa nama kantinnya.benar saja, sesampainya di kantin tersebut, sudah tidak ada tempat duduk yang koson. ramai sekali, tak hanya mahasiswa yang memenuhi tempat duduk di kantin, tetapi juga ada beberapa anak SMA yang tak jauh dari kantin juga makan di kantin ini.
meskipun telah tak ada tempat duduk untuk kami, aku dan temanku tetap memesan makanan (sate ayam Madura) dengan harapan akan ada anak yang segera pergi apabila telah selesai makan. kamipun membagi tugas, temanku memesan makanan, sedangkan aku bertugas mencari tempat duduk. yup… dapat…ada tempat duduk kosong yang aku temukan. alhamdulillah… aku tag tempat duduk tersebut dengan memberi penanda tas di meja. lalu, aku menemui temanku yang sedang antre memesan makanan.
kamipun mulai makan dengan lahap karena kami sudah sangat lapar. tiba-tiba duduklah seorang bapak yang juga memesan makanan di dekat kami. bapak ini langsung membuka percakapan dengan menanyakan jurusan kami. lalu, tanpa diminta, mengalirlah berbagai cerita dari si bapak tentang orang-orang yang beliau kenal di fakultas kami (Fakultas ekonomi dan Manajemen), masa lalu beliau, dan lain-lain. tak tau kenapa, aku merasa bapak ini agak aneh. beliau kemudian bertanya apakah kami sudah shalat dzuhur apa belum, aku memang belum shalat saat itu, jadi aku jawab kalau aku belum shalat. lalu si bapak mulai menasehati kami tentang pentingnya shalat tahajjud, dan selalu mengingat Allah. “kalau kamu istiqomah shalat tahajjud, InsyaAllah semua keinginanmu akan terkabul”. si bapak kemudian mengeluarkan mushaf kecil dari dalam tasnya. “ini ih… yang selalu saya bawa kemana-mana…” kata beliau sambil memperlihatkan mushaf tersebut. aku dan temanku hanya bisa mengangguk-ngannguk.

lalu… tiba-tiba si bapak mengeluarkan kardus kecil dari dalam tasnya. beliau mengeluarkan isinya yang ternyata adalah sebuah speaker berbentuk kaleng coca cola, kemudian bapak tadi memutarkan sebuah lagu dari westlife tak tau judulnya apa. jadi kami makan diiringi sambil diiringi lagu westlife. melihat tingkah llaku bapak ini, aku benar-benar tak tahan ingin tertawa -hahaha- benar-benar kocak muter lagu di kantin yang sedang rame seperti ini. sudah dapat aku bayangkan, pasti mahasiswa lain banyak melirik heran ke arah kami. aku sebenarnya ingin ngakak, tapi tak enak hati di depan bapaknya. si bapak menambahkan “saya beli ini 75 ribu, memorinya lain lagi” tak hanya itu, si bapak malah memperbesar volume speaker tadi -haduhh-
akhirnya…kami pun selesai makan dan akan meninggalkan si bapak tadi. “udah mau kuliah lagi ya?” tanya beliau “ia pak” jawab kami “jangan lupa shalat dulu ya” “ia pak…pasti” jawabku. si bapak nanya lagi “ga mau dengerin musik dulu?” “lah…kan mau shalat pak…” jawabku. “oh ia…shalat…shalat deh…”. aku hanya bisa berkata dalam hati -ckckck…bapak…bapak…hhaha-
Advertisements

Selalu Ada Masa

Selalu ada masa dimana semuanya seolah-olah menghimpit

Semua pintu seolah tertutup
Semua celah seolah tak tampak
Semua kawan seolah menghilang
Semua seolah redup tampa warna
Ketika masa itu datang… tak usah khawatir selalu ada Dia yang dapat menjadi tempat untuk berkeluh kesah…
Tak usah ragu… yakinlah… pertolongan-Nya nyata
Selalu ada masa dimana semua seolah berhenti sejenak
Mempersilahkan kita untuk maju dan bergerak
Semua seolah mendukung dengan tulus
Semua seolah ingin kita berhasil
Semua seolah menguatkan pundak kita
Ketika masa itu datang… jangan ragu…
Langkahkan kaki dan majulah menuju tujuanmu
Tapi…kita tak boleh lupa kepada-Nya
Selalu bersyukur di saat lapang maupun sempit
Karena dengan selalu mengingat-Nya… hati ini menjadi tentram dan tenang
insyaAllah…
Maka (ketahuilah) sesungguhnya sesudah kesulitan itu pasti ada kemudahan.” (Qs. Al-Insyirah [94]:5)
By pradilamaulia Posted in lelah