Semangat Pagi dan Petugas Perpustakaan

semangat“Tak menjadi masalah kapan kita memulai, sebab yang terpenting adalah percepatannya” kalimat itulah yang selama ini menjadi penyemangat sekaligus pembenaranku dalam mengerjakan skripsi. Skripsi memang agak berbeda dari tugas-tugas yang lain. Dibutuhkan curahan perhatian lebih pada tugas yang satu ini. beberapa teman dari departemen lain telah melaksanakan seminar akhir, sidang, bahkan ada pula yang telah bergelar sarjana -wow-.  Ketar-ketir rasanya kalau membandingkan progressku dengan mereka. Tapi untungnya, teman-teman satu departemenku belum ada satupun yang seminar –wkwkwk- jadi aku bisa sedikit tenang #loh.

            Bahkan setelah melakukan survei kecil-kecilan ke beberapa temanku, masih banyak yang belum fix judul dan topiknya –semoga cepet dapat topik yang cocok ya kawan-. Sehingga aku yang telah fix judul dan metode serta sedang mengumpulkan data otomatis merasa selangkah lebih maju dari yang lain. Rasanya tidak berlebihan jika aku merasa sedikit tenang daripada yang lain. Namun, kejadian di perpus kemaren membuatku menjadi semakin merasa tak boleh merasa tenang dan santai, why?

            Siang itu aku sedang fokus pada laptoku di pojokan perpus, tiba-tiba datanglah temanku dengan membawa tumpukan buku, kalau tidak salah bukunya tentang statistika dan yang berbau pengolahan data. Dalam hati aku berbisik, jangan-jangan dia mau buat proposal penelitian. Setelah dia duduk, aku memulai percakapan yang menyinggung tentang skripsi Continue reading

Impian yang Tercoret -PIMNAS 26-

IMG_6350 - CopyIni adalah impian lama bahkan sebelum aku menginjakkan kaki di perguruan tinggi. Aku masih ingat dulu, ketika adikku baru saja datang mengikuti kompetisi karya tulis ilmiah nasional pesta sains di Institut Pertanian Bogor (IPB). Dia dengan sangat antusiasnya bercerita tentang pengalamannya mengikuti ajang tersebut. Salah satu yang paling aku ingat dari ceritanya adalah dia bercerita tentang sebuah video yang menampilkan para mahasiswa duta IPB di ajang Pekan Ilmiah Nasional (PIMNAS) dan IPB menjadi juara umum kala itu. ia bercerita bahwa pemberian penghargaannya diiringi lagu “we are the champion”. Dengan berapi-api dia berkata “bayangkan coba… dalam video itu aku liat mereka bangga sekali… pokoknya nanti aku ingin ikut PIMNAS”. Aku yang tidak ikut menonton vidoe itu, hanya bisa mengimajinasikan seperti apakah kespektakuleran ajang pimnas itu. secara diam-diam aku bisikkan dalam hati saat itu “Aku ingin ikut PIMNAS”.

Singkat cerita, aku diterima di IPB bersama adikku juga. Sebelumnya aku pernah menulis dalam blog ini bahwa aku pernah menulis impian-impianku (tepatnya 105 impian yang akan terus bertambah). Nah salah satu impian yang aku tulis dalam buku impianku adalah mengikuti ajang pimnas dan menjadi juara pimnas. Ikhtiar yang aku lakukan untuk mencapai impian ini adalah dengan membuat proposal Program Kreativitas Mahasiswa (PKM). Tahun pertama, PKM kami tidak lolos didanai. Tahun ke-2, PKM kami lolos didanai tapi tidak lolos PIMNAS. Kemudian tahun ke-3, PKM kami lolos didanai dan lolos PIMNAS.

Pengumuman PIMNAS keluar ketika aku masih Kuliah Kerja Profesi (KKP) di Garut. Aku dan timku menjadi salah satu tim yang mewakili IPB dalam PIMNAS ke-26 yang diikuti oleh seluruh perguruan tinggi Negeri dan Swasta di Indonesia. Pertama kali mendengar bahwa aku dan teman-temanku lolos PIMNAS, aku sangat girang dan tak menyangka bahwa impian lamaku ini benar-benar tercapai. Memang benar pepatah yang disampaikan oleh seseorang kepadaku “tuliskanlah hal-hal baik yang ingin kau capai, karena itu akan menjadi doa untuk tercapainya impian-impianmu. Jikalau tidak tercapaipun, hal-hal baik yang kau tulis itu dapat memberikan pahala karena hal-hal baik yang diniatkan seorang muslim akan tercatat sebagai sebuah pahal baginya”. Continue reading