Semangat Pagi dan Petugas Perpustakaan

semangat“Tak menjadi masalah kapan kita memulai, sebab yang terpenting adalah percepatannya” kalimat itulah yang selama ini menjadi penyemangat sekaligus pembenaranku dalam mengerjakan skripsi. Skripsi memang agak berbeda dari tugas-tugas yang lain. Dibutuhkan curahan perhatian lebih pada tugas yang satu ini. beberapa teman dari departemen lain telah melaksanakan seminar akhir, sidang, bahkan ada pula yang telah bergelar sarjana -wow-.  Ketar-ketir rasanya kalau membandingkan progressku dengan mereka. Tapi untungnya, teman-teman satu departemenku belum ada satupun yang seminar –wkwkwk- jadi aku bisa sedikit tenang #loh.

            Bahkan setelah melakukan survei kecil-kecilan ke beberapa temanku, masih banyak yang belum fix judul dan topiknya –semoga cepet dapat topik yang cocok ya kawan-. Sehingga aku yang telah fix judul dan metode serta sedang mengumpulkan data otomatis merasa selangkah lebih maju dari yang lain. Rasanya tidak berlebihan jika aku merasa sedikit tenang daripada yang lain. Namun, kejadian di perpus kemaren membuatku menjadi semakin merasa tak boleh merasa tenang dan santai, why?

            Siang itu aku sedang fokus pada laptoku di pojokan perpus, tiba-tiba datanglah temanku dengan membawa tumpukan buku, kalau tidak salah bukunya tentang statistika dan yang berbau pengolahan data. Dalam hati aku berbisik, jangan-jangan dia mau buat proposal penelitian. Setelah dia duduk, aku memulai percakapan yang menyinggung tentang skripsi

udah sampe mana skripsinya?”

“ngolah data”

“hah? Emang datanya udah dapet?”

“udah, tapi masih bingung ngolahnya, makanya aku baca buku-buku ini”

            Waduuuh… di luar dugaan, ternyata dia telah selangkah lebih maju dariku (-_-)“. Melihat temaku yang satu ini, semangatku menjadi semakin besar untuk segera mengerjakan dan menyelesaikan skripsiku. Bayangkan saja, dia yang datanya sudah lengkap saja masih ribet untuk mengolah datanya, belum lagi nyusunnya. Sepertinya memang harus segera tancap gas, sebab target seminar hasil penelitianku adalah bulan depan -maret-.

            Sejak peristiwa di perpus tersebut, aku benar-benar semakin bersemangat. Terbukti pagi ini, aku tidak terjebak dalam kebiasaan burukku selama ini, yakni tidur lagi setelah shalat subuh. Pagi ini aku sangat bersemangat, mandi pagi-pagi, ke kampus pagi-pagi, ketemu beberapa teman, lalu menuju perpustakaan dengan niat mengerjakan skripsi lillahi ta’ala. –semangat pagi- 😀

            Sampai di depan perpustakaan kampus, ada hal yang menarik prhatianku, yakni para petugas perpustakaan yang telah stand-by dengan pekerjaan mereka masing-masing. Ada yang bertugas merapikan buku, merapikan tempat shalat, dll. Mereka terlihat begitu bersemangat, setidaknya menurut pengamatanku. Menurutku, para petugas perpus ini merupakan sosok-sosok yang patut dikagumi. Sebab bayangkan saja, perpustakaan ini buka setiap hari dari jam 08.00 sampai jam 09.00 malam, hari minggu pun tetap buka. Hal yang paling aku sukai adalah, mereka sangat ramah kepada para pengunjung perpus. Tak pernah menunjukkan muka jutek mengintimidasi, dan tak pernah segan untuk membantu para pengunjung yang butuh bantuan. Mungkin inilah salah satu sebab yang menjadikan perpustakaan sebagai tempat terfavorit kedua-ku di kampus pertanian ini. semoga saja semangat para petugas perpustakaan semakin menambah semangatku untuk mengerjakan skripsi. Amiiin… 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s