yang Muda yang Bijaksana

VolunteersAkhir-akhir ini aku sedang sangat keranjigan membaca buku, judul bukunya adalah “How to Win Friends & Influence People in The Digital Age” yang ditulis oleh Dale Carnegie & Associates. Buku ini aku pinjam dari seorang teman. Isi bukunya sangat menarik dan mampu mempengaruhiku untuk merubah sikapku menjadi lebih baik -hehe-, tapi bukan isi buku ini yang akan aku bahas di tulisan ini karena bukunya belum hatam 🙂 .

            Pagi itu aku bangun pagi-pagi dan bersiap-siap untuk menemani temanku -Naila- ke departemen Biokimia untuk mengurus jadwal sidangnya. Begitu banyak tetek bengek yang harus dia urus, sehingga aku memutuskan untuk menunggunya di dekat kantin departemen sambil membaca buku yang aku sebutkan tadi. Adikku -Dita- ternyata juga sedang asik dengan buku yang ia baca.

            Saat kami sedang menikmati membaca buku, datanglah seorang gadis cantik yang sangat anggun, dia merupakan junior adikku. Dia membawa beberapa kotak kue dan minuman. Usut punya usut ternyata dia akan melaksanakan sidang Praktek Lapang -PL- saat itu. gadis itu menitipkan kue yang ia bawa itu kepada Dita sambil berkata

“Nitip ya Mbak, ini punya Kakek”.

Aku tak asing dengan orang yang dia sebut “kakek” itu. “kakek” adalah sebutan untuk junior kami -aku dan Dita- yang juga anak Madura, seorang laki-laki. Aku agak heran dengan sikap gadis ini, sebab aku bukan tipe orang yang mau dititipin seseorang untuk membeli kue seperti dia -aku memang egois sih-. lalu aku bertanya pada adikku

kok dia mau sih membeli titipan kue si kakek itu?

–sebenarnya aku tidak memanggil kakek, biasanya manggil adek + nama. Tapi tak enak hati jika menyebut namanya di sini 😀 –

“kamu jangan heran, angkatan mereka memang baik satu sama lain”

            Beberapa menit kemudian, datanglah juniorku yang biasa dipanggil “kakek” tadi. Kami saling menyapa dengan akrab satu sama lain hingga aku melontarkan pertanyaan padanya.

“Dek, kok bisa sih temen-temenmu baik sama kamu? Sampe-sampe dia membelikan kuemu gitu?

            Sambil tersenyum dia menjawab pertanyaanku

 “kebaikan itu bersiklus mbak, jika kamu bersikap baik kepada orang lain. Maka orang lainpun akan bersikap baik pula padamu

Aku tertawa mendengar jawabannya. Aku tak menyangka saja, dia sudah berubah sejauh ini. ketika masih SMA dulu, dia masih sangat kekanak-kanakan. Tapi sekarang adikku ini telah banyak berubah menjadi lebih baik. Lalu kami melanjutkan percakapan lainnya. Dita juga ikut nimbrung bersama kami. Sepertinya Dita juga merasakan perubahan yang besar pada juniornya ini. lalu dia bertanya padanya

“Dek, kamu suka baca buku apa? Aku ingin tau kepribadian seseorang melalui buku-buku yang ia baca”

 

“aku suka baca buku-buku yang menginspirasi mbak, bukan buku-buku motivasi” jawabnya

memang apa bedanya?” tanya kami

buku motivasi itu berisi kata-kata atau hal baik yang dapat membangkitkan semangat orang lain dimana sang penulis belum tentu melakukannya atau belum dipraktekkan. Sedangkan buku inspirasi itu adalah pesan-pesan baik yang didapatkan dari sebuah peristiwa yang telah terjadi atau dialami orang lain. Makanya aku lebih suka buku-buku sejarah gitu” ia menjelaskan

Kemudian tibalah juniorku ini bertanya tentang kesibukan kami selama ini. FYI, ini adalah pertanyaan yang paling tidak aku suka. Why? Ya karena saat ini aku adalah pengangguran atau biar lebih keren aku sebut –jobseeker– #haha. Aku menjelaskan kesibukanku apa adanya, aku bilang saja jika aku sekarang sedang berusaha melamar pekerjaan ke beberapa perusahaan yang sesuai dengan bidangku. Lalu, aku juga menceritakan tentang teman dekat kami yang sudah bekerja. Aku memang sengaja menyelingi dengan cerita temanku tersebut agar ada berita baik yang dapat memotivasi juga.

Tak disangka dan tak di duga, tiba-tiba juniorku ini memberikan sebuah nasehat untuk kami.

“intinya mbak, kalau kita sudah memutuskan keterikatan pada satu hal, maka keajaiban akan terjadi”

 

Aku dan Dita diam sejenak, kami belum menangkap arti dari kalimat yang ia katakan.

“maksudnya dek?” tanya kami

“ketika kita sudah memutuskan keterikatan pada satu hal maksudnya adalah ketika kita sudah tawakkal dan menyerahkan hasilnya kepada Allah, maka keajaiban atau hal-hal yang tak terduga akan terjadi. Hal ini yang aku alami mbak.  Dulu ketika tiba waktu membayar SPP, aku bingung harus bayar pake apa. Aku belum dapat beasiswa, aku memutar otak apakah aku harus bekerja atau bagaimana. Aku benar-benar bingung, lalu aku memilih untuk tak terikat pada itu semua, aku pasrahkan semuanya kepada Allah. Tiba-tiba pihak DITMAWA menelponku mbak, aku didaftarkan beasiswa sehingga aku tak perlu bingung soal SPP. Kemudian, saat masa beasiswaku habis hal yang sama terjadi. Aku ditelpon pihak DITMAWA dan memberitahukan bahwa aku dialihkan ke beasiswa yang lain. Intinya sih, pasrah atau tawakkal karena ketika kita telah tawakkal, itu berarti kita sudah berada pada tingkatan ikhlas yang paling tinggi. Tentunya setelah kita berusaha dangan segala upaya mbak” ia menjelaskan panjang lebar.

Subhanallah… terimakasih ya Allah telah mempertemukanku dengan juniorku ini. umurnya memang lebih muda daripada aku, tapi pola pikirnya dalam mengahadapi suatu peristiwa sangat bijaksana. Selama ini aku selalu memiliki kekhawatiran yang tinggi tentang karir dan masa depanku. Bahkan aku pernah kalut selama beberapa hari karena pikiranku selalu terikat pada hal tersebut. Serta tanpa aku sadari aku melupakan dan agak meragukan kekuatan doa. Aku hanya terpaku dengan usaha yang aku lakukan. maafkan hambamu ini ya Allah. Mungkin ini merupakan caramu untuk mengingatkanku kembali, melalui pertemuan dengan juniorku ini. junior yang muda yang bijaksana.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s