Senior yang Aku Kagumi

Aku sangat bersyukur atas semua nikmat yang telah Allah berikan kepadaku hingga di titik ini. Nikmat yang besar maupun nikmat yang kecil. Termasuk nikmat dan kesempatan yang telah Allah berikan kepadaku untuk bergabung dalam sebuah organisasi gerakan sosial bernama Inovasi untuk Indonesia (INOVASIA). Jika teman-teman ingin tau lebih jauh tentang Inovasia, bisa kunjungi alamat ini 😀 .

Rasa syukur aku panjatkan tak hanya karena aku bergabung di sebuah organisasi gerakan sosial seperti Inovasia, dimana selama ini belum pernah aku ikuti. Tetapi ada beberapa hal yang aku sukai dari organisasi ini. Antara lain adalah kesamaan prinsip antara Inovasia dan aku, yakni tentang apresiasi terhadap orang yang mau belajar. Aku selalu menekankan bahwa orang hebat memang perlu, tapi orang yang memiliki keinginan belajar tinggi lebih penting. Begitu pula dengan prinsip yang aku temukan di Inovasia.

Satu hal lagi yang membuatku sangat menyukai organisasi ini adalah teman-teman di Inovasia. Aku bertemu orang-orang yang super dan unpredict di sini. Bertemu dengan mereka membuat pola pikirku semakin luas, karena mereka benar-benar beragam. Sifat-sifat mereka sangat unik, yang membuat mereka sama adalah loyalitas terhadap sebuah organisasi dan saling meghargai antar teman yang tinggi.

Ada satu orang yang diam-diam aku kagumi di sini. Beliau adalah seniorku dan merupakan salah satu penggagas utama (awalun) Inovasia. Pertemuan kami di Inovasia bukanlah interaksi kami yang pertama. Sebelumnya kami pernah bertemu dan saling berdiskusi saat aku dan beberapa temanku sebagai perwakilan organisasi kami melakukan studi banding ke organisasi yang ia ikuti, yakni Badan Eksekutif Mahasiswa-Keluarga Mahasiswa (BEM KM) Institut Pertanian Bogor.

Interaksi kami semakin intensif ketika kami sama-sama di Inovasia dan keintensifan inilah yang membuatku semakin mengenal sosoknya. Namanya Aisyah, aku biasa memanggilnya kak Aisyah. Teman-teman ada yang memanggilnya Ai, kak Ai, Ummi dan ada juga yang memanggil moms bear. Panggilan Ummi atau mom memang sangat cocok baginya, karena dia seperti ibu bagi kami (anak-anak Inovasia). Kalo panggilan Moms Bear, hmmm… untuk alasan ini aku tak tau kenapa (mungkin karena dia lucu mirip boneka kali ya -hehe- ).

Aku menyebutnya seperti ibu bagi kami karena kak Aisyah selalu ada untuk kami. Ia yang selalu mencatat presensi kami -kebetulan dia sekretaris sih haha- #plak. Setiap ada kegiatan, kak Aisyah selalu datang paling pagi diantara kami semua. Pernah pada suatu ketika, aku berniat untuk disiplin dan datang ke tempat yang dijanjikan sesuai dengan jam yang ditentukan, kebetulan kami harus berkumpul jam 05.30. Aku yang dekat dengan lokasi, dengan Pede-nya merasa datang paling pagi. Eh… ternyata udah ada kak Aisyah disana. Pernah pula pada acara upgrading, aku bela-belain bangun jam 03.30 agar aku bisa datang tepat waktu jam 05.30, namun tetap saja aku agak telat. Kak Aisyah ternyata udah di TKP duluan. Aku sempat berpikir, kapan dia berangkatnya ya -hehehe-

Kak Aisyah selalu menjadi orang paling sibuk mengurus tentang keuangan ketika kami harus patungan untuk membeli sesuatu atau pergi ke suatu tempat. Ia juga paling sibuk membersihkan sampah-sampah dan merapikan barang-barang ketika kami sedang kumpul dan berdiskusi. Suatu ketika, saat kami -tim manajemen Inovasia- menginap di sebuah penginapan dekat kampus, seperti biasa teman-teman tak tidur sampai larut malam. Bermacam-macam kegiatan yang mereka lakukan, ada yang nonton film, main kartu, main game, ngobrol, dll. Saat itu jujur aku sangat ngantuk, mataku tak dapat diajak kompromi lagi. tapi, aku paksakan untuk menonton film karena teman-teman yang laki-laki belum pindah ke rumah sebelah.

Malam itu aku mencari cara agar mereka cepat pindah agar aku dapat tidur -hehe-. Tapi kak Aisyah tak se-egois aku, saat aku malas sekali untuk bergerak, kak Aisyah malah bergegas menggoreng kerupuk dan membuatkan minuman hangat untuk teman-teman. Ibu banget kaaann? Tak seperti aku yang masih individualis dan kekanak-kanakan -haha-. Aku tak bangga juga sih, memiliki sifat yang egois ini. aku juga ingin berubah menjadi pribadi yang bisa lebih mengerti orang lain, dan tentunya lebih disiplin seperti kak Aisyah.

  Mungkin bertemu dengan kak Aisyah adalah skenario Allah untuk membuatku menjadi lebih baik dari sebelumnya dan belajar dari sifat-sifat baik beliau. Aku memang sangat mudah dipengaruhi (ciri golongan darah O) tentunya oleh hal-hal baik. Oleh karena itu, aku berharap dengan berinteraksi dengan kak Aisyah dan orang-orang baik lainnya, aku berharap aku dapat terpengaruhi oleh hal-hal yang baik pula -amiin-. Terimaksih kak Aisyah telah memberikan inspirasi agar aku bisa bersikap keibuan seperti kakak 😀 .

???????????????????????????????

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s