Tentang Masa Depan #1

Harbright-future-aheadi ini adalaha hari ke-21 dari upacara wisudaku pada tanggal 21 januari 2015 kemarin. Sudah resmilah diriku menjadi alumni dari Institut Pertanian Bogor yang aku cintai. Ditandai dengan pengembalian toga, pengembalian Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) serta pemberian Ijazah dan beberapa berkas penting lainnya yang aku terima. Bagaimana rasanya? Dulu aku juga begitu, sebelum merasakan berada pada titik ini, aku selalu merasa penasaran bagaimana rasanya wisuda, bagaimana rasanya telah lulus dan resmi menjadi alumni dan tak berkutat lagi dengan skripsi dan mengejar-ngejar dosen untuk konsultasi ataupun untuk mendapatkan tanda tangan.

Lalu, bagaimana rasanya ketika mengalaminya sendiri? Sejauh ini, yang aku rasakan adalah tidak terlalu enak. Ya, memang tidak terlalu enak karena aku termasuk orang yang belum memiliki tujuan yang jelas untuk pasca kampus. Tujuan yang jelas ada, tapi mungkin usahanya yang kurang. Ketika sampai di titik ini, aku mulai mengerti bahwa hal yang paling tidak enak adalah berada di suatu kondisi dimana kita tidak memiliki status dan tidak memiliki kesibukan di masyarakat, atau lebih populer dengan istilah pengangguran. Mungkin dulu aku tak terlalu terpikirkan dengan status ini, karena aku selalu merasa aman dengan status pelajar yang aku emban. Tapi sekarang? Sekarang sudah tidak lagi kawan, status pelajarku sudah resmi dihapus bersama dengan proses wisuda itu.

Saat menjalani hari-hari menjadi mahasiswa dulu, kegiatan untuk esok hari, lusa, bahkan seminggu ke depan sudah terbayang untuk dilakukan. Ketika orang bertanya “besok mau kemana?” otakku sudah berputar membayangkan kegiatan yang akan aku lakukan, bahkan tak jarang ada agenda yang harus di tunda atau dibatalkan karena bentrok dengan agenda yang lain. Begitu banyak kesibukan saat itu. Berbeda sekali dengan sekarang, aku ingin sekali menghindari orang yang bertanya “besok mau kemana?” hal ini karena aku bingung harus menjawab apa, aku tak punya tujuan saat ini –I am still jobseeker now-, pekerjaanku sekarang adalah mencari pekerjaan -haha-. Herannya, semakin menghindar dari pertanyaan seperti itu, semakin banyak saja orang-orang yang menanyakan pertanyaan tersebut. Sebenarnya wajar saja orang lain bertanya seperti itu, tapi perasaanku lah yang tidak wajar :D.

Berbicara tentang perasaan, akhir-akhir ini perasaanku diselimuti rasa gelisah dan was-was. Sudah beberapa hari aku merasa –I am nothing– dan kualitas tidur kurang baik. Ya, ini memang sangat berkaitan dengan statusku sekarang, seorang jobseeker yang menyandang status sarjana. Setiap bangun tidur, selalu saja timbul perasaan menyesal kenapa begitu lama tidur, ketika selesai nonton film akan timbul rasa menyesal kenapa terlalu lama nonton film, ketika malam akan timbul rasa menyesal tentang apa saja yang dilakukan ketika siang, begitu pula sebaliknya.

Ketika malam hari, aku biasanya baru bisa tidur di tengah malam dan itupun butuh waktu agak lama agar benar-benar tidur, seperti ada yang dipikirkan tapi aku tak tau apa yang sedang aku pikirkan. Sialnya, ditambah lagi dengan adanya hewan di atas atap kamarku yang herannya akan gaduh ketika jam 00.00 ke belakang. Aku tak tau tepatnya hewan-hewan apakah itu, sejenis tikus atau hewan pengerat lainnya. Anehnya, hewan-hewan ini sepertinya tak takut dengan suara gagang sapu yang aku gedor-gedorkan ke atap untuk mengusir mereka, sebab mereka tak menghentikan aksi gaduh mereka. Puncaknya pada suatu malam, aku dan adikku sampai mengungsi ke ruang TV karena tak tahan dengan kegaduhan hewan-hewan itu.

Apakah yang aku rasakan ini termasuk kedalam gejala stress? Bisa jadi. Jika memang ini termasuk gejala stress, semoga cukup sampai gejala saja, cukup sampai disitu –I don’t want more and I hope it’s never happened-. Oleh karena itu, pagi ini aku memutuskan untuk menyalurkan perasaanku ini melalui tulisan agar tak hanya menumpuk di otak menyesakkan otakku saja. Semoga dapat memberikan manfaat bagi siapapun yang membaca, setidaknya yang pernah merasakan hal sama atau sedang merasakan hal sama menjadi penguat diri bahwa –You are not alone– so, jangan menyerah dan tetap semangat. Bagi yang belum merasakan, semoga menjadi pelajaran agar tak mengalami hal yang sama dan melakukan yang lebih baik agar masa depan ditata dan direncanakan dengan lebih baik.

Cara ampuh lainnya untuk mengusir rasa –I am nothing– yang aku rasakan adalah berdiskusi dengan teman-teman, terutama teman yang senasib -hehe-. Untuk saat ini, jika ditanya apakah aku akan melanjutkan S2 atau bekerja, biasanya akan aku jawab bahwa aku cenderung untuk bekerja. Aku ingin segera bekerja karena aku ingin segera memiliki peran di masyarakat, ingin mandiri secara finansial dan tidak tergantung pada orang tua lagi. Aku sedikit tergelitik dengan pernyataan beberapa yang mengatakan “mending S2 dan dapat beasiswa kan, udah sekolah nambah ilmu, terus dapat duit juga. Sama aja kayak kerja ”. benar juga sih, awalnya aku ingin memakai cara itu. Tapi setelah aku pikir lebih mendalam, bukan itu yang aku inginkan. Ketika memutuskan untuk melanjutkan S2, maka aku harus benar-benar yakin bahwa aku butuh untuk melanjutkan s2, bukan hanya karena ikut-ikutan. Oleh karena itu, saat ini aku memutuskan untuk meniti karir di dunia kerja dulu.

Pagi ini aku memutuskan untuk bangkit dari keterpurukan dan kemalasan yang didukung oleh cuaca dingin Bogor yang hujan setiap hari. Menghapus papan jadwal yang penuh dengan catatan-catatan lama yang tidak di update, kemudian menuliskan hal-hal positif yang harus aku lakukan. Aku tak boleh terikat dengan keterpurukan, come on Dila… sadarkan dirimu, kamu sudah jauh-jauh disini, jauh dari orang tua, jauh dari kampung halaman, kompensasi dari itu semua adalah kesuksesan yang harus kamu raih dengan penuh semangat da optimisme untuk membahagiakan orang tua, keluarga, serta bermanfaat bagi sesama. Amiiin… 😀

Advertisements

2 comments on “Tentang Masa Depan #1

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s