Tamu Istimewa

SP_HappyGoLucky_WordStrips_friendsHari itu ia datang untuk menginap beberapa hari di tempatku. Aku menyambutnya dengan sangat gembira. Sudah beberapa minggu kami tidak bertemu pada setiap temu rutin pekanan kami. Dia sebenarnya seumuran denganku karena kami satu angkatan saat kuliah. Tapi, karena sifatnya yang amat sangat keibuan dan dewasa, aku dan teman-teman sepakat memanggilnya “mbak”, oh ya kami memberi panggilan itu juga karena dia orang jawa yang sangat halus tutur katanya.

Dia datang membawa perlengkapan cukup banyak berupa tas dan barang-barang bisnisnya. Seperti biasa setiap kali kami bertemu, ia akan sangat bersemangat merangkul kami (aku dan adikku) kami pun begitu, menyambutnya dengan penuh semangat.

“neng maaf ya, aku bakal jadi PGT (Penghuni Gelap Tetap) disini.” ucapnya sambil terengah-engah karena kelelahan, siang itu memang cukup panas.

“sellow kali mbak, nginep aja di sini” jawabku santai

“oya neng, aku mau cerita banyaak nanti yaaa” katanya penuh semangat.

Cerita? Boleh bangeet, aku yang memang pada dasarnya sangat senang sharing atau mendengarkan cerita, tak sabar ingin segera mendengarkan ceritanya. Dia baru saja datang dari jawa timur untuk melaksanakan penelitian S2-nya, oya dia merupakan mahasiswa fast track, makanya dia sudah hampir menyelesaikan studi S2nya -hebat ya-. Melihat karirnya, orang lain termasuk aku akan berpikir bahwa enak sekali ya perjalanan karirnya. Saat yang lain baru saja menyelesaikan studi S1, dia sudah hampir menyelesaikan studi S2-nya. Lalu, dia sepertinya memiliki rencana yang lumayan lancar juga ke depannya. Tapi who knows? Senang memang terkadang ada di orang lain. Kita tak pernah tahu apa yang sebenarnya terjadi.

Beberapa hari sebelum ia menginap di tempatku, dia meminta tolong padaku untuk men-desain kemasan produk chocolate cup. Aku langsung bersedia karena aku memang senang sekali desain meggunakan corel ataupun photoshop. Usut punya usut, ternyata ia berencana untuk menjadi pengusaha di bidang coklat, sesuai dengan penelitian S2nya. Dia menginap di tempatku karena berencana untuk memasarkan produknya ke café-café yang ada di kota bogor -wow keren bangeeet ya-.

Setelah kami telah selesai dengan urusan masing-masing, malam itu kami saling bercerita satu sama lain. Aku dan adikku menjadi pihak yang banyak bertanya tentang keputusan hebatnya untuk menjadi seorang pengusaha. Awalnya, kami pikir, setelah menyelesaikan S2-nya, ia akan memutuskan menjadi dosen seperti kebanyakan orang lainnya. tahukah apa jawabnya?

“aku udah capek neng, berteori terus. Aku ingin mempraktekkan apa yang aku dapat selama ini” ia menjawab seperti itu

Wow, gumamku dalam hati. Sebenarnya aku juga termasuk orang yang tak terlalu suka dengan hal-hal yang berbau hanya teori-teori tanpa praktek. Tapi, aku belum cukup berani, belum punya cukup keberanian untuk memutuskan menjadi seorang pengusaha di awal karir yang masih rentan ini.

“mbak kok berani sih, ini kan keputusan yang sangat penting mbak. Bukannya menjadi pengusaha itu ga gampang ya? pendapat orang tua bagaimana?” tanyaku penasaran.

Kemudian ia menjelaskan panjang lebar tentang ilmu dan pengalaman yang ia dapat dari para pengusaha kakao serta ketua asosiasi kakao di jawa timur. Tentang semangat pantang menyerah yang ia dapat dari seorang yang hanya lulusan SMK kemudian menjadi pengusaha besar bidang coklat, tentang perjuangan seorang pengusaha yang memang harus berdarah-darah di awal. Dan lain sebagainya. Yang paling penting adalah, orang tuanya selalu mendukung keputusannya, termasuk untuk menjadi pengusaha.

untuk sampai di titik ini neng, banyak orang yang berperan dalam kehidupanku. Kalau aku hanya menjadi pegawai dan pekerja, manfaat yang bakal aku berikan mungkin hanya terbatas pada keluarga kecilku saja. Tapi dengan menjadi seorang pengusaha, aku berharap dapat memberikan manfaat yang lebih luas kepada orang lain di sekitarku” ia menjelaskan.

Subhanallah sekali ya kawan, di saat banyak orang hanya sibuk memikirkan diri sendiri, aku bersyukur karena memiliki teman yang memiliki kepedulian yang tinggi kepada orang lain seperti dia. Perjalanan karirnya yang awalnya aku pikir lancar-lancar saja, ternyata tak selancar yang aku pikirkan. Saat ini ia sedang memiliki problem di bidang akademik dan juga masalah keluarga yang lumayan serius. Adikku tiba-tiba menjadi pusing setelah mendengarkan kisah hidup temanku yang satu ini.

kamu kenapa?” tanyaku heran kepada adikku

aku pusing mendengar cerita si mbak, ternyata permasalahan hidupku ga ada apa-apanya. Dia memang orang yang luar biasa” adikku mencoba menjelaskan.

Memang benar kata orang bijak, pelaut yang handal tidak lahir dari ombak yang tenang. Mendengar banyak kisah si mbak, aku bisa membayangkan bagaimana beban masalah yang diembannya saat ini. Tapi, luar biasanya si mbak ini, dia tetap terlihat tenang dan ceria. Sebab dia mengatakan bahwa dia yakin bahwa Allah akan memberi jalan yang terbaik baginya. Badai pasti berlalu, setiap masalah pasti ada jalan keluarnya, begitulah kira-kira perumpamaan penjelasannya.

Malam itu kami banyak bercerita tentang latar belakang keluarga kami masing-masing, sebab kami sudah saling percaya bahwa kami sama-sama bisa menjaga rahasia. Tak terasa hingga jam menunjukkan lenwat tengah malam. Kami terus bercerita hingga salah satu dari kami mengantuk dan tertidur. Aku masih sempat membuka beberapa video di youtube, lalu aku lupa kapan aku tertidur. Ketika bangun tidur, aku baru sadar bahwa laptopku belum aku matikan dan masih membuka youtube. 😀

*satu hal lagi yang membuatku kagum pada si Mbak adalah, ketika shalat dia terlihat larut dan sangat khusyuk, begitupun ketika berdoa setelah shalat. Dia akan duduk dan berdoa dalam waktu yang relatif lama sambil memejamkan mata. Bagiku, itu keren.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s