APA BEDANYA?

danbo-jealouseHari ini aku telah resmi memasuki dunia kerja, dunia yang katanya akan menguji idealisme yang kita miliki selama di dunia kampus. Ia kah? Bisa jadi. Karena selama proses pencarian kerja yang aku lakukan, aku menemukan beberapa fenomena yang kadang mencoba menggoyahkan prinsip-prinsip yang selama ini aku pegang. Contoh sederhana misalnya, tentang bersalaman dengan lawan jenis atau gaya pakaianku. Aku pernah tidak diterima di wawancara akhir sebuah perusahaan karena gaya pakaianku yang menurut mereka tidak sesuai dengan SOP perusahaan, aku tak bersedia merubah gaya pakaianku demi pekerjaan itu, so mereka tak menerimaku. It’s OK, itu pilihan. Tapi yang aku sayangkan adalah kenapa orang-orang di bagian rekrutmen perusahaan tersebut lebih mengedepankan tampilan luar, bukan dari pola pemikiran.

                Apakah kau pernah mendengar Dompet Dhuafa atau DD? Ya, sekarang aku bekerja di tempat tersebut. Tepatnya, di yayasan pendidikan DD bidang Beastudi Indonesia bagian staff Alumni dan Jaringan Strategis. I am still newbie here, baru bekerja 1 bulan lamanya dan aku adalah yang termuda di Beastudi Indonesia ini. Inti dari bekerja disini adalah men-Develop orang lain sekaligus men-Develop diri sendiri. Awalnya merasa agak ragu untuk bekerja di tempat ini, tapi setelah dicoba justru merasa beruntung berada diantara orang-orang hebat disini. Banyak pengalaman dan kesempatan untuk berkembang yang aku dapatkan. Suasana kerja yang nyaman dan islami serta tetap menjunjung tinggi professionalisme.

                Suatu ketika beberapa orang dari tim aktivis dan kepakaran berdiskusi tentang keuangan yang menurut mereka berlebih dan tidak sesuai dengan yang tertera di pembukuan. Intinya, ada uang lebih yang mereka terima, jumlahnya sekitar 10 juta. Cukup lama mereka berdebat tentang uang tersebut. Tak cukup hanya 1 hari, 2 sampai 3 hari berikutnya mereka tetap berdiskusi untuk mencari asal muasal dari dana tersebut agar tidak terjadi kesalahan dalam pembukuan. Sebenarnya, untuk ukuran sebuah lembaga seperti kami, uang dengan jumlah tersebut terhitung kecil dan tak seberapa. Tapi kenapa mereka sampai sebegitu detailnya mencari asal muasal dana yang sebenarnya tak akan bermasalah secara administrasi apabila mereka gunakan secara pribadi.

                Tahukah kenapa? karena perlu diketahui bahwa DD merupakan lembaga sosial yang mengelola dana donatur yang berasal dari Zakat, Infaq dan Shodaqoh. Jadi semua dana yang kami gunakan untuk program merupakan amanah yang diberikan oleh para donatur yang kelak harus kami pertanggung jawabkan baik di dunia maupun di akhirat. Bagaimana jika kami melalaikan amanah yang telah dipercayakan donatur kepada kami, disebut apakah kami nantinya? Ya benar, maka kami termasuk orang-orang yang munafik. Maka, masuk akal sekali jika dana sekecil apapun yang tak jelas disini tak akan dengan mudahnya diselewengkan untuk kepentingan pribadi apabila mengingat konsekuensinya.

                Tapi…. tunggu sebentar… sebenarnya apa bedanya lembaga kami dengan lembaga-lembaga yang lain? Misal lembaga pemerintah atau lembaga swasta? Pertama lembaga pemerintah, banyak sekali kita mendengar tentang tindakan korupsi yang dilakukan para pejabat pemerintah dengan memperkaya diri sendiri. Pada saat Bapak BW dari KPK berkunjung ke DD, beliau menjelaskan bahwa laporan tindakan korupsi yang masuk ke KPK berjumlah 8000 kasus setiap tahun, dan yang diproses oleh KPK hanya sekitar 75 kasus. Bukankah lembaga pemerintah itu juga memegang amanah dari rakyat? Dana yang mereka gunakan untuk menjalankan berbagai program berasal dari pajak rakyat. Bukankah itu juga akan dipertanggungjawabkan? Lalu kenapa dengan mudah melakukan penggelapan dana? Kenapa tak berusaha mencari dan berdiskusi untuk menemukan asal muasal dana yang tak sesuai dengan pembukuan? Kenapa tak melakukan apa yang tim kami lakukan? Apa karena tak memakai embel-embel Zakat, Infaq dan shodaqoh lalu merasa tak akan dipertanggungjawabkan di akhirat? pajak yang dibayarkan rakyat merupakan bentuk kepercayaan rakyat kepada pemerintah untuk melakukan pembangunan sarana dan prasarana yang lebih baik. Maka sudah sepatutnyalah amanah tersebut dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Lembaga kita sama, akan dipertanggungjawabkan di dunia dan di akhirat kelak. Continue reading