Tertipu dengan Dunia

duniaSuatu ketika, nabi Musa akan melakukan sebuah perjalanan. Ada seorang pemuda yang menawarkan diri untuk menemani sang nabi. Pemuda tersebut berkata bahwa ia bermaksud belajar agama lebih dalam selama perjalanan bersama nabi musa. Nabi Musa pun mengizinkan sang pemuda untuk membersamainya.

Mereka berdua menempuh perjalanan bersama. Saat beristirahat di suatu tempat, nabi Musa mengeluarkan bekal berupa roti. Roti itu dibagi menjadi 3 bagian. Satu bagian untuk nabi Musa, satu bagian untuk sang pemuda, dan satu bagian sisanya sengaja nabi Musa sisakan untuk diberikan kepada orang yang membutuhkan, barangkali mereka temukan di perjalanan.

Setelah memakan roti, nabi Musa pergi sejenak ke suatu. Saat kembali, ternyata satu potong roti tadi sudah lenyap.

Nabi Musa kemudian bertanya kepada sang pemuda “anak muda, dimanakah potongan roti itu?”
“Aku tidak tau nabi” jawab sang pemuda.
Baiklah, kalau begitu, mari kita teruskan perjalanan” ucap nabi Musa

Merekapun meneruskan perjalanan. Di tengah perjalanan, nabi Musa dan sang pemuda bertemu kawanan rusa. Mereka berdua menangkap satu rusa, menyembelihnya, kemudian dibakar untuk dimakan. Setelah makan, nabi Musa meminta sang pemuda mengumpulkan tulang-tulang rusa. Dengan mukjizat yg dimiliki nabi Musa, rusa yang hanya bersisa tulang tadi dijadikan hidup kembali. Kemudian nabi Musa bertanya kembali kepada sang pemuda

“jadi siapa yang memakan potongan roti itu anak muda?”

Aku tidak tau nabi” jawab sang pemuda

Baiklah, mari kita teruskan lagi perjalanan” ucap nabi musa

Sebenarnya nabi Musa sudah mengetahui bahwa sang pemuda inilah yang memakan roti itu. Nabi Musa sengaja menyembelih dan menghidupkan lagi rusa tadi agar sang pemuda mengambil pelajaran bahwa setelah hidup ada mati, dan setelah mati ada hidup kembali.

Saat menemukan sebongkah batu, dengan kuasa Allah, nabi Musa mengubah bongkahan batu tersebut menjadi emas. Bongkahan emas kemudian dibagi menjadi 3.

Satu bongkahan emas ini untukku, satu bongkahan untukmu, dan satu bongkahan untuk orang yang makan roti tadi” nabi Musa menjelaskan

Nabi… sebenarnya akulah yg memakan roti itu” sang pemuda mengaku

Baiklah… kalau begitu… semua bongkahan emas ini aku berikan untukmu. Tapi kau cukup sampai disini saja mengikuti perjalananku, kamu kembali pulang saja” ucap nabi Musa

Sang pemuda pulang dengan membawa 3 bongkah emas. Di perjalanan pulang, ia dihadang oleh 3 orang perampok. Sang pemuda sangat ketakutan. Kemudian ia menyerahkan 3 bongkah emas kepada kepada para perampok asal ia dilepaskan. Ketiga perampok melepaskan sang pemuda tadi.

Setelah melepaskan sang pemuda, ketiga perampok tersebut baru merasa heran, kenapa sang pemuda dengan mudahnya menyerahkan 3 bongkah emas yg dia miliki. jangan- jangan emasnya palsu. Salah satu perampok berinisiatif untuk mengecek keaslian emas dengan membawanya ke pasar dan menukarnya dengan berbagai makanan seperti roti.

Selama menunggu 1 perampok menukarkan emas dengan makanan, timbul niat jahat dari 2 perampok yang masih di hutan.

Alangkah bodohnya kita, menunggu ia datang dari pasar. Bagaimana kalau kita bunuh saja ia, agar emas ini kita bagi dua saja” celetuk salah seorang perampok

Betul… mari kita bunuh saja dia saat dia kembali dari pasar” Sambut perampok lain

Sedangkan di tempat lain, saat sang perampok menukarkan roti, timbul pula niat yang tak kalah jahat
Alangkah bodohnya aku, kenapa tak aku bunuh saja dua orang d hutan itu agar semua emasnya untukku”

Kemudian sang perampok membeli racun mematikan dan membubuhkannya di atas roti yang ia beli.
Saat kembali ke hutan, dua orang perampok menyerang 1 orang perampok yg dari pasar tadi. Sang perampok yang dari pasar meninggal. Dua orang perampok lainnya bersenang-senang dengan memakan roti. Mereka berdua keracunan dan kemudian mati. Mereka semua mati tanpa ada yang mendapatkan emas.

Kisah ini sebenarnya ingin menyampaikan pelajaran bahwa:
Terkadang, demi harta dunia, manusia menjadi lupa bahwa setelah hidup ada mati dan setelah mati ada hidup. Serta harta dapat membutakan mata dan hati sehingga menjadikan manusia lebih hewan dari hewan.

*kisah ini disampaikan oleh rekan kantor saat tausiyah pada forum pagi rutinan setiap senin.
**saya pun tak tahu tentang keshahihan kisah ini, namun semoga tetap bisa diambil hikmahnya ya 😊
***Bogor, 14 Oktober 2015. Ditulis saat di bis, perjalanan menuju Taman Bunga Nusantara bersama sahabat-sahabat Inovasia 😀

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s