Tentang Pengakuan

 

Pengakuan selalu akan menimbulkan rasa yang berbeda. Pengakuan kesalahan, pengakuan cinta, pengakuan kejahatan dan seterusnya. Namun, terkadang tak semuanya harus selalu diungkapkan dalam bentuk pengakuan. Harus tau tempat, harus tau kondisi, dan harus tau kepada siapa pengakuan itu akan diungkapkan, serta yang tak kalah penting adalah tahu diri apakah pantas melakukan pengakuan.

Sepenuhnya aku menyadari bahwa ini adalah proses belajar, ini proses pendewasaan dan ini adalah proses pematangan pikiran. Namun, selalu ada sisi logis yang begitu terheran dan tak siap melihat fenomena pengakuan yang tak pantas ini. Sisi lain perasaan mengalami shock amat dalam.

Aku kemudian berpikir, apakah memang sebegitu sulitnya memendam sebuah pengakuan tak pantas itu?. Pengakuan tak pantas yang dapat menyakiti banyak hati apabila semuanya terbongkar. Pengakuan yang ah… sudahlah… toh pengakuan itu sudah terlanjur diungkapkan dan membuat hatiku diliputi penuh rasa kecewa. Rasa kecewa yang melunturkan semua nasihat dan pelajaran baik itu.

Seorang teman pernah berkata bahwa aku akan melihat hal-hal yang bahkan tak masuk akal dapat terjadi disini. Awalnya hanya sebatas cerita yang aku dengar. Akhirnya, sekarang aku melihatnya sendiri. Benar saja perkataan temanku itu. Baiklah, ke depannya harus lebih berhati-hati dan menjaga diri karena aku adalah wanita, yang penuh dengan fitnah.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s