Refreshing ke ANRI (Arsip Nasional Republik Indonesia)

IMG_20160407_193847

Sumber Gambar: dokumentasi pribadi

Beberapa orang mungkin akan mengernyitkan dahi ketika membaca judul tulisan ini. Refreshing kok ke gedung arsip? Memang terdengar aneh, tapi ternyata ketika dijalani benar-benar menyenangkan -ini serius-. Pagi itu, aku dan beberapa teman ‘pejuang arsip’ lainnya menempuh perjalanan sekitar 2 jam-an sampai akhirnya tiba di gedung ANRI (Arsip Nasional Republik Indonesia). Tiba di lobi ANRI, aku langsung menhampiri beberapa teman yang sudah tiba terlebih dahulu di gedung tersebut. Belum ada pihak ANRI yang menyambut kedatangan kami, mungkin mereka sedang bersiap-siap. Akhirnya kami memutuskan untuk berfoto ria di depan ruang diorama yang terdapat di sebelah kanan lobi (ini salah satu bentuk pengarsipan dokumentasi, hehe).

Beberapa menit kemudian, kami disambut oleh seorang ibu cantik -lupa namanya- yang kemudian membawa kami ke lantai 3 menuju ruang pertemuan. Setelah pembukaan singkat, si ibu memutarkan video tentang ANRI yang berdurasi 15 menit. Video yang diputar adalah video zaman dahulu kala, sejak Indonesia masih pada masa penjajahan belanda dan jepang. Adapula video pidato kemerdekaan bung Karno, semua video yang sudah berusia tua tersebut masih dapat diputar dengan baik. Proses penyimpanan arsip di ANRI juga dipaparkan di video tersebut, terlihat bagaimana proses pengawetan dokumen penting RI seperti teks proklamasi dilakukan begitu serius dan menggunakan teknologi yang canggih.

Setelah video berdurasi 15 menit selesai diputar, datanglah 4 orang ibu-ibu yang merupakan tim ANRI yang menyambut kami. Setelah acara pembukaan dan sambutan dilakukan, ketua tim yang bernama ibu Sulis melanjutkan pemaparan. Banyak hal yang dijelaskan oleh ibu Sulis tentang Arsip. Beliau menjelaskan di era digital seperti saat ini, pengiriman surat maupun bukti transaksi sudah dapat dilakukan melalui email maupun fax. Kedua metode tersebut memang tepat apabila dinilai dari ketepatan waktu. Namun, apabila berdasarkan nilai otentik tetap saja diperlukan arsip printout yang asli, Inilah pentingnya file asli dalam bentu printout.

Hal lain yang saya ingat dari penjelasan ibu sulis adalah pernyataan beliau yang menyatakan bahwa “arsip itu tidak papa ketika tidak terjadi apa-apa”. Artinya, arsip memang tidak diperlukan apabila tidak terjadi suatu masalah, namun ketika terjasi suatu masalah maka arsip akan sangat diperlukan sebagai bukti dan bentuk pertanggungjawaban. Arsip akan menjadi bukti yang sangat kuat karena arsip menunjukkan apa adanya. Tak untuk menyalahkan atau membenarkan, namun menyajikan.

Kemudian beliau menjelaskan beberapa kasus yang terjadi akibat melalaikan keberadaan arsip. Mendengar penjelasan tersebut, aku menjadi semakin paham tentang pentingnya mengelola arsip secara baik dan benar. Sebab, selama ini aku kurang memiliki kesadaran akan pentingnya arsip baik bagi diri sendiri maupun lembaga. Pemaparan yang dilakukan oleh Ibu Sulis dilakukan selama satu jam.

Kunjungan kami dilanjutkan dengan berkeliling mengunjungi ruang penyimpanan arsip aktif, inaktif, record center dan berkeliling ke diorama ANRI. Berkeliling mengunjungi diorama ANRI ini begitu menyenangkan. Banyak kenangan-kenangan masa lalu yang masih bisa aku nikmati sampai saat ini.  Aku dapat mendengarkan pidato sumpah kepresidenan oleh para presiden Indonesia sejak bapak Soekarno sampai bapak Susilo Bambang Yudhoyono, bapak Jokowi belum ada karena gedung ini diresmikan saat masa pemerintahan SBY, jadi presiden Jokowi belum terpilih. Tak ketinggalan pula diorama yang menggambarkan aksi mahasiswa pada tahun 1998 dan teks serta rekaman pidato pengunduran diri bapak Soeharto juga dapat dinikmati.

Setelah selesai mendapatkan materi tentang arsip dan berkunjung di diorama ANRI. Semakin sepakatlah aku dengan kalimat yang berbunyi “dunia tanpa arsip adalah dunia tanpa ingatan”. Oya FYI, diorama ANRI terbuka untuk umum loh. Silahkan jika ingin berkunjung saat weekend dari jam 09.00 sampai jam 13.00 WIB. ~semoga bermanfaat 😀

Advertisements

2 comments on “Refreshing ke ANRI (Arsip Nasional Republik Indonesia)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s