Belum Bisa Percaya

Setelah sekian lama tidak menulis di blog, kali ini akan aku tulis cerita yang sedikit horror *hihihi… cerita ini sudah berkembang luas dan telah dipercaya oleh hampir semua orang di desaku, termasuk nenekku.

“Dheno” itulah nama makhluk halus yang katanya merupakan peliharaan orang yang memiliki ilmu hitam atau pesugihan. Tak ada yang dapat mendeskripsikan secara jelas penampakan si Dheno ini. Ada yang bilang seperti kambing, atau bahkan menyerupai manusia. satu hal yang pasti, Dheno ini memburu mayat orang yang baru meninggal dan mencurinya dari makam. Kecuali yang telah diberi “sarat”. Sarat merupakan semacam benda yang diberi doa oleh kyai untuk ditaruh di makam yang berfungsi melindungi si mayat. Apabila kuburan orang yang diberi sarat, maka mayatnya tak akan diambil Dheno.

Dheno ini akan berkeliaran di dekat orang-orang yang sedang sakit parah dan akan meninggal (sakaratul maut). Beberapa orang yang mengaku pernah melihat Dheno ini menyatakan bahwa setela melihat Dheno ini, beberapa waktu kemudian, akan ada orang yang meninggal.

Sejak kecil aku selalu disuguhi cerita tentang Dheno ini, mulai dari teman-teman sebaya sampai orang tua. Asli horror banget setiap denger ceritanya. Sebab mereka yang bercerita biasanya begitu meyakinkan dengan ekspresi dan suasana yang mendukung. Mungkin cerita Dheno ini memberikan sumbangsih yang cukup besar terhadap sifat penakutku, meskipun sebenarnya aku belum bisa mempercayainya sampai sekarang. Hehe

Setelah sekian lama tak mendengar cerita tentang Dheno, kemarin nenekku bercerita kembali tentang Dheno. Sebenarnya cerita ini sudah pernah aku dengar, tapi untuk tujuan nostalgia, aku dan adikku mendengarkan kembali dengan seksama cerita dari nenekku. Seperti inilah kira-kkira garis besar cerita nenekku.

“Nih dengerin… meskipun kalian akan sulit untuk percaya. Ini kisah nyata.
Dulu pernah ada tukang sembelih sapi, anggap saja namanya A. Dia adalah tukang sembelih sapi di tempat Haji X di daerah Y. Usut punya usut, ternyata Haji X ini punya Dheno. Pas si A tiba di rumah Haji X, ternyata si bapak haji ketiduran. Lalu si A masuk saja ke tempat penyembelihan sapi. Betapa terkejutnya si A ketika masuk, ia melihat banyak mayat bergeletakan di tempat penyembelihan sapi itu. Lalu… si haji X kemudian datang, ia membaca beberapa mantra kemudian memecut mayat satu persatu. Lalu apa yang terjadi?
Semua mayat yang bergeletakan tadi berubah menjadi sapi. Sejak kejadian itu, si A tidak mau lagi bekerja dengan haji X lagi . Makanya coba aja kalau ada orang meninggal tidak dikasih sarat, maka akan dibawa kabur sama Dheno”

“Aah… masa sih??? Ga masuk akal” aku menanggapi cerita nenekku.

Tuh kaaan… kamu memang susah kalau dikasih tau.” Jawab nenekku dengan agak jengkel.

“Emangnya nenek pernah liat? itu cerita dari siapa?” Tanyaku

“Ya belum pernah lah… tapi itu bener… itu cerita dari temennya…temennya ibu blabala” jawab nenekku mulai tak bisa mempertahankan argumennya.

“Yaaah…hahaha… tuhkaaan… padahal belum pernah liat, tapi ceritanya meyakinkan banget kayak pernah liat sendiri. Ngga ah… ga masuk akal… kalau memang bisa seperti itu, kenapa Dheno hanya ada di Madura, kenapa Dheno ngga ngambil mayat-mayat di jakarta atau luar negeri biar bisa dijadikan sapi” aku berargumen

“Buk (aku dan adikku memanggil ’embuk’ pada nenekku) bukannya kalo percaya pada sarat itu berarti syirik yaa? Lagipula manusia dan sapi itu beda spesies jadi ga mungkin bisa berubah gitu” Adikku menimpali

“Ya bukan pas percaya gitu, tapi itu salah satu bentuk usaha aja. Itu doa-doa juga kok. Yaudahlah… kalian memang suka ngga percayaan kalo sama cerita kayak gini…” nenekku sudah tak bisa menjawab beberapa pertanyaan kami haha…

Aku dan adikku memang tipe orang yang tak mudah percaya cerita-cerita yang tak sesuai dengan logika kami. Seperti cerita santet, ilmu hitam, pesugihan, dll. Ketidakpercayaan kami bukan tanpa alasan. Sebab, setiap orang yang mengaku percaya dan kami tanya tentang hal-hal di atas, tak pernah ada yang bisa menjelaskan secara gamblang dengan bukti-bukti yang kuat. Semuanya kadang cuma sebatas anggapan saja. Mungkin apabila suatu saat ada yang bisa mrnjelaskan secara jelas dengan bukti yang kuat, aku akan percaya bahwa itu benar-benar ada.

*ditulis menggunakan HP di dalam kereta api (perjalanan balik Surabaya-Jakarta)

Advertisements