Namanya Karakter

karakter

Seorang inspirator pernah bercerita tentang asisten rumah tangganya (ART) yang begitu tak biasa. Sebut saja namanya Tini. Sang inspirator mengangkat Tini di tengah bulan. Saat akhir bulan, sang inspirator memberi gaji kepada Tini

uang apa ini pak?”

ini gaji buat kamu” jawab sang inspirator

kesepakatannya kan saya digajinya bulanan pak, ini masih setengah bulan” Tini menolak

ya buat kamu pegang lah,, ambil aja” sang inspirator memaksa

ga mau pak, kalau bapak maksa, saya berhenti” teguh Tini

Istri sang inspirator adalah seorang pengusaha catering. Tini diangkat sebagai asisten rumah tangga, bukan sebagai pegawai catering. Namun, Tini selalu membantu istri sang inspirator menyiapkan catering. Suatu ketika, istri sang inspirator memberi uang sebagai balas jasa kepada Tini. Tak langsung menerima, Tini justru bertanya

uang apa ini bu?”

ini uang buat kamu karena udah bantu-bantu saya di catering” jawab istri sang ispirator

ga mau bu, saya kan disini bekerja sebagai ART, di catering saya Cuma bantu-bantu, itu amal saya” tuti menolak

ya gapapa… buat pegangan kamu aja, ini ambil ya…” sang majikan memaksa

saya ga mau bu, kalau ibu maksa, saya berhenti.

Apa yang dimiliki Tini, itulah namanya karakter. Bagiku, orang yang berkarakter adalah orang yang berani. Sebab ia tak takut berbeda, ia tak takut menjadi minoritas, serta ia tak kikuk dengan penilaian orang kebanyakan. Betapa sulitnya memiliki sifat seperti itu. Sebab aku sendiri adalah orang yang mudah sekali terpengaruh, takut jika menjadi bahan pembicaraan orang lain, serta takut jika tak menjadi bagian yang mayoritas.

Orang yang memiliki karakter tak akan bersembunyi dibalik kalimat “sikon a.k.a situasi dan kondisi” sebab dibawa kemanapun ya… seperti itulah warna yang ia miliki. Tak terpengaruh dengan kesempatan emas di depan mata, sebab dalam hatinya telah teguh dan tertanam karakter yang kuat.

Namun tak perlu menyerah, boleh jadi aku belum berkarakter saat ini, nantinya seiring perjalanan waktu, pengalaman dan pemahaman, maka karakter itu akan aku temukan. Semoga tak lama lagi, amiiin…

*ditulis dalam keadaan mengantuk, setelah mencuci baju

Advertisements
By pradilamaulia Posted in Belajar

8 comments on “Namanya Karakter

  1. Si mbak Tini nya keren. Kita harus ikutin contoh dia.

    Aku jg tipe orang yg mudah terpengaruh dan suka takut digunjing orang kok dan memang secepat mungkin kita harus merubah mindset kalau “digunjingin orang lain itu memalukan” menjadi “selama kita berada di jalan yg benar, kenapa nggak? Just enjoy what u like”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s