Bangga Menjadi Melankolis

Dulu… tak tau karena pengaruh lingkungan atau lainnya, aku selalu merasa malu ketika orang-orang mengatakan aku adalah seorang yang melankolis (mellow). Tapi… sepertinya tak hanya aku yang merasa seperti itu. Kebanyakan teman-temanku, terutama yang laki-laki akan sangat terganggu ketika mereka disebut mellow. Bahkan ketika ada kesempatan nonton film bersama teman-teman, apabila ada cuplikan adegan yang menyedihkan dan salah satu dari kami larut dan ikut merasa sedih, maka yang lain akan mengatakan “iih…mellow…iiih…” lalu… orang yang disebut mellow akan segera mengubah ekspresi mukanya menjadi sok tegar dan mengatakan “nggak ah… biasa aja… aku ngga mellow ya…” (hayo siapa yang pernah seperti itu? Hahaha).

Sekarang istilah mellow berubah menjadi Baper (Bawa Perasaan). Orang yang baper biasanya akan menjadi bahan bully-an teman-teman yang lain. Penyangkalanku terhadap sifat mellow atau baper ini tetap aku pertahankan bahkan sampai aku lulus kuliah –hehe-. Sampai akhirnya aku bertemu dengan seorang rekan kerja yang ‘asik’, serius… dia asik banget. Temanku yang satu ini asik banget untuk diajak diskusi, jalan-jalan dan foto-foto (hehe karena ia seorang fotografer). Aku belajar banyak hal dari bapak satu anak ini.

Aku melihat sifat unik darinya yang sebelumnya jarang aku temukan pada teman-temanku yang lain (terutama laki-laki). Dia akan dengan mudahnya meneteskan air mata ketika melihat atau membaca sesuatu yang menyentuh terutama tentang anak-anak. Beberapa kali dia mengkritik orang yang memposting gambar-gambar tentang penyiksaan anak-anak. Pernah pula suatu ketika aku menyodorkan sebuah bacaan tentang perjuangan anak-anak SMART Ekselensia Indonesia sebelum mengenyam pendidikan di sini. Dia terlihat membaca dengan sangat khusyuk, lalu ketika aku Tanya “gimana ceritanya mas?” dia melihatku dengan mata yang penuh linangan air mata. Hati temanku ini sangat mudah tersentuh.

Beberapa kali dia selalu mengulang-ulang bahwa dirinya adalah orang yang memiliki sifat melankolis. “aku ini mellow banget mba… ” ucapnya suatu ketika. Wow… orang ini benar-benar tak biasa bagiku, karena biasanya laki-laki akan sangat enggan dibilang mellow. Tapi perlu digaris bawahi, meskipun ia memiliki sifat mellow, bukan berarti dia lenjeh atau kemayu, tidak sama sekali. Jika pertama kali bertemu dengannya, ia terlihat lumayan sangar dengan gaya kocaknya ala anak komika -wkwkwk-. Oya, usut punya usut, ternyata ketika kuliah, dia adalah seorang ketua BEM –ga mungkin kemayu lah ya-.

Satu hal penting lagi yang aku pelajari setelah bertemu dengannya adalah… sekarang aku menjadi bangga menjadi seorang yang melankolis… aku mellow dan aku tak malu dengan ini. Baru aku sadari bahwa menjadi seorang yang mellow patut dibanggakan, sebab orang-orang seperti kami adalah orang-orang yang memiliki hati yang lembut karena kami akan dengan mudah tersentuh dengan hal-hal yang berkaitan dengan kemanusiaan, kasih sayang dan cinta. Lalu…untuk apa malu? Ini adalah anugerah yang begitu istimewa dari Allah subhanahu wata’ala yang tak semua orang memilikinya. Yaa…Aku bangga menjadi seorang melankolis.

melankolis1

*ditulis mengawali pagi yang ceria di kantor 😀

Advertisements

9 comments on “Bangga Menjadi Melankolis

  1. Aku dominan plegmatis.. tp klo dgretak orang dikit gampang nangis, itu termasuk melankolis gak ya? Apa cm mentalnya aja yg lemah?

      • Cinta damai, tp d belakang memikirkan sejuta cara spy bisa keluar dr masalah 😀

        Bisa jadi krn emang kodratnya cwe berperasaan lembut dan sensitif, tp banyak yg gak bisa memahami.. mrk hanya taunya kita cengeng atau mental kita lemah 😦

      • Hehehe… pemikir gt ya mba
        Ya biarkan lah orang lain berpikiri seperti itu.
        Tapi yakinlah mba, hanya sebagian orang yg spt itu. InsyaAllah masih ada yg berpikir positif 😊

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s