Jangan Terburu-buru Menyimpulkan

Sumber: mauliadesign.wordpress.com

Salah satu stasiun televisi di Indonesia dengan konsistennya menayangakan sinetron-sinetron dari negeri tetangga, sebut saja A*TV. Mulai dari sinetron Turki sampai India. Sebelumnya aku tak begitu tertarik untuk mengikuti ceritanya. Namun karena ada teman kost yang suka nonton, aku menjadi penasaran akan ceritanya. Lalu… jadilah aku sekarang justru menjadi penonton setia setiap malam. Huft…

Sinetron yang aku ikuti adalah sinetron india berjudul Mohabbatein. Eitss… jangan salah, sinetron ini tidak diperankan oleh Syahrukh Khan ya. Karena ini sinetron, semua pemainnya berbeda dengan Movienya. Aku tertarik mengikuti sinetron ini karena ceritanya tak biasa (tak mudah ditebak) dan banyak pelajaran yang bisa dipetik dari setiap konfliknya (hallah… bisaan aja kalo udah suka mah ya… hahaha).

Mohabbatein ini menceritakan tentang kisah keluarga (khas banget dengan budaya orang timur). Keluarga tersebut terdiri dari pasangan suami istri, yakni Raman dan Ishita. Raman merupakan seorang duda beranak dua yang ditinggalkan oleh mantan istrinya yang selingkuh dengan bos Raman. Sedangkan Ishita adalah seorang dokter gigi yang ditinggalkan oleh calon suaminya karena Ishita tak dapat memiliki anak disebabkan kelainan genetik yang ia miliki. Mereka berdua yang sama-sama pernah gagal dalam kisah cinta akhirnya dipertemukan dalam mahligai rumah tangga dengan perantara Ruhi, anak perempuan Raman yang begitu dicintai oleh Ishita.

Seiring berjalannya waktu, setelah 1.5 tahun berlalu Raman dan Ishita mulai mengakui jika mereka saling mencintai satu sama lain. Berbagai masalah telah mereka lalui bersama. Mereka memang pasangan yang sering sekali berdebat, namun kesamaan antara keduanya adalah mereka sama-sama mengedepankan kepentingan keluarga.

Konflik tadi malam begitu dalam aku rasakan. Mungkin ini terasa cukup berlebihan, tapi itulah adanya. Raman sebagai anak tertua di keluarga berperan menjadi tulang punggung keluarga, karena ayahnya telah pensiun. Raman jatuh bangun membangun bisnis hingga ia mampu mendirikan perusahaannya sendiri. Dia memiliki orang yang sangat ia percaya bernama Mihir dan kemudian menjadi adik iparnya karena menikah dengan adiknya yang bernama Rinki.

Karena suatu peristiwa, Raman memutuskan untuk mengalihkan hak kuasa kepemilikan perusahaannya kepada istrinya, Ishita. Hal ini membuat Rinki marah karena menurutnya Mihir lebih pantas. Padahal Mihir sendiri tak pernah mengharapkan semua itu karena baginya Raman adalah orang yang sangat ia hormati. Ishitapun juga tak pernah berharap mendapatkan hak kuasa perusahaan karena baginya keluarga lebih penting.

Sifat Rinki yang tak dewasa membuatnya mengeluarkan kata-kata kasar pada Ishita. Semua orang heran dan menasehatinya, termasuk Mihir. Namun Rinki tak menggubris semua itu. Ishita yang dewasa tak emosi menanggapi Rinki. Lalu datanglah Raman, ia tak terima melihat Ishita dikasari oleh adiknya sendiri. Saat Raman menyuruh Rinki untuk menjaga kata-katanya, Rinki menjawab “aku bebas mengatakan apapun disini karena ini rumahku“. Saking emosinya, Raman langsung menimpali perkataan Rinki dan berkata “Aku yang bekerja keras untuk menghidupi rumah ini, jadi kalau kau tetap tidak mau menjaga omonganmu, pergi sana!“. Sayangnya, saat Raman mengeluarkan kalimat seperti itu, ayah Raman datang dan hanya mendengar kalimat Raman tanpa tau penyebab perdebatan Raman dan Rinki.

Ayah Raman merasa sangat tersinggung dengan perkataan Raman, dia membela Rinki dan memarahi Raman. Ayah Raman terlihat begitu tak bijak disini, ia tak memberi kesempatan kepada Raman untuk menjelaskan penyebab permasalahan antara ia dan Rinki. Ishita mencoba melerai dengan membawa Raman ke kamarnya.

Padahal, dibalik semua tindakan Raman, ia punya pertimbangan yang sangat matang. Raman sengaja mewariskan perusahaannya kepada Ishita karena ia memikirkan kehidupan orang tuanya. Raman yakin bahwa Ishita akan tetap dengan baik merawat kedua orang tua Raman seandainya Raman tak ada. Di sisi lain, Raman tengah mempersiapkan untuk mendirikan perusahaan bagi Mihir agar ia tak selalu dinilai sebagai bawahan Raman, namun sebagai mitra bisnis. Raman juga memberikan beberapa persen sahan perusahaan untuk Mihir karena ia paham, saat ini Mihir telah menikah dan tanggung jawabnya bertambah.

Namun… semua upaya dan rencana baik Raman tak dihargai karena saudara dan orang tuanya terlalu terburu-buru. Mereka terburu-buru untuk menyimpulkan apa yang merka lihat. Mereka terburu-buru untuk menikmati hasil yang bahkan sebenarnya sedang dipersiapkan oleh Raman. Mereka terburu-buru mengikuti hawa nafsu yang sebenarnya justru menjerumuskan mereka. Mereka telah tertipu dunia dan tak sadar bahwa mereka telah menghancurkan keluarga mereka sendiri. Raman sebagai anak tertua tak lagi dihargai oleh adik-adiknya. Ishita sebagai istri Raman dipandang sebagai orang yang telah mengubah Raman untuk melupakan saudaranya. Padahal seandainya mereka mengetahui, bahwa Raman justru menjadi lebih bijak dengan adanya Ishita. Ishita lah yang banyak memberikan saran kepada Raman agar ia selalu menjaga adik-adiknya dan keluarganya. Tapi… semua dinilai sebaliknya.

Setelah menonton sinetron india ini, aku hanya bisa bergumam dalam hati “Semoga mereka yang di sana juga menonton sinetron ini dan terbuka hatinya. Meskipun sayang… sudah terlambat”.  T.T

Advertisements
By pradilamaulia Posted in Belajar

6 comments on “Jangan Terburu-buru Menyimpulkan

  1. Ceritanya kyk kebanyakan kasus d kehidupan nyata.. ada pihak yg kemaruk, ada jg pihak2 yg gak bijak menilai dan pemeran utama ada yg cerdas dn berani, tapi banyak jg yg nerimo2 biarpun teraniaya.. sptnya cerita sinetron india yg ini lbh realistis, gak lebay

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s