Saya Mau Belajar

“Saya mau belajar” itulah jawaban yang aku sampaikan ketika aku ditanya apakah mampu menerima amanah baru yang ditawarkan padaku. Percayalah, jawabanku tak se-meyakinkan kelihatannya. Sebab aku juga tak yakin aku mampu mengemban amanah tersebut. Tapi hati kecilku berkata “sampai kapan? Sampai kapan kamu akan berada di zona nyaman??”

Ya, sebelumnya aku diberi amanah sebagai staff desain kreatif di Dompet Dhuafa Pendidikan. Jujur, aku senang sekali di posisi itu. Ya bagaimana tidak, aku bekerja di bidang yang benar-benar aku sukai. Aku bebas menuangkan imajinasiku dan sekaligus menambah portofolioku di bidang desain grafis. Lebih menyenangkan lagi ketika user yang menggunakan desainku banyak yang merasa puas dengan hasil karyaku. Bahkan atasanku mengatakan bahwa kinerja tim kami semakin diakui dan dipercaya oleh tim lain, salah satunya karena output desain yang kami hasilkan.

Berbagai publikasi lembaga telah aku desain, baik yang besifat cetak maupun digital. Poster, baliho, spanduk, flyer, id card, cover buku, laporan tahunan dll. Semua tools publikasi event divisi dalam lingkup nasionalpun diamanahkan kepadaku. Bahkan timku membuat buletin setiap dua bulan sekali, dimana aku yang bertanggung jawab menjadi layouter. Salah satu peristiwa yang membuatku sangat senang adalah ketika direktur dan salah satu GM Dompet Dhuafa (pusat) memberikan apresiasi positif terhadap laporan tahunan yang saat itu aku desain. Dari Peristiwa tersebut, mba Rina selaku Direktur kami kemudian menraktir kami satu tim. Karena ini adalah hasil kerjasama tim yang baik.

Ya meskipun tak dapat dipungkiri, ada saja hal yang membuatku agak kesal. Salah satunya adalah ketika banyak sekali pesanan desain yang menumpuk dan semuanya meminta segera diselesaikan. Awalnya aku tak dapat mengatasi masalah tersebut. sampai akhirnya aku menemukan sebuah solusi. Apa itu? Ya, aku memanfaatkan fasilitas dari google, yakni google sheet. Aku buat form pemesanan desain online dengan google sheet. dalam form tersebut, terdapat berbagai tabel yang harus diisi untuk melakukan pemesanan desain mulaai dari data pemesan, jenis desain, konten deadline kebutuhan, dll. Kemudian aku buat desain poster langkah-langkah pemesananya, aku cetak pula untuk ditempel di ruangan, serta aku publikasikan melalui grup whatsapp dan email blast.

Metode pemesanan desain ini aku rasa lebih fair, baik bagi desainer maupun user. Sehingga userpun tau kalau desain yang dia pesan berada di antrean ke-berapa dan akan diselesaikan kapan. Bagi desainer, ini dapat menjadi pengingat, agar desain yang diproduksi tak tumpang tindih, serta sebagai bentuk arsip data desain yang telah diproduksi.

Sekitar sebulan yang lalu, atasanku memanggilku untuk mengajak diskusi. Hasil dari diakusi tersebut intinya berisi penawaran promosi jabatan untukku menjadi koordinator tim komunikasi. Sudah sejak lama posisi ini kosong dan tak kunjung mendapatkan kandidat yang pas untuk mengisinya. Awalnya aku tak yakin, karena tanggung jawab dalam posisi tersebut cukup berat dan abstrak menurutku. Tapi demi menjawab hati kecilku agar keluar dari zoma nyaman, aku terima tawaran tersebut.

Ada satu temanku yang juga ditawari posisi tersebut. Setelah melalui proses wawancara, akhirnya aku yang diputuskan untuk memegang amanah tersebut. Uniknya di posisi ini, aku menjadi koordinator dari tiga orang laki-laki yang semua umurnya lebih tua dariku. Ini juga salah satu tantangan yang tak mudah. Aku secara pribadi merasa belum layak untuk berada di posisi ini. Maka dari itu, aku selalu mengulang-ulang pernyataan ini kepada atasanku

“Saya masih belum tau apa-apa, saya masih belajar”

“Saya mau belajar, tolong bantu saya”

Anehnya, atasanku seolah menakut-nakutiku agar tidak setress lah… waktu akan semakin terkuras lah… dll. Jelas ini turut mempengaruhiku, meskipun aku berusaha untuk menampik persepsi negatif tersebut. lalu bagaimana kenyataannya?

Sebulan berlalu… sudah mulai terasa tekanannya. Bahkan tekanan itu mulai terasa dari awal. Meskipun tekanan itu secara tidak langsung. Saat diumumkan bahwa aku yang memegang amanah baru, saat iti aku sedang sakit demam dan panas yang cukup parah hingga harus istirahat hampir seminggu. Setelah mendengar pengumuman tersebut dari temanku, entah kenapa aku semakin merasa tidak sehat (haha)

Apakah aku yang berlebihan? Mungkin saja. Semakin besar tanggung jawab, semakin besar pula tantangannya. Di posisi yang baru ini, tak banyak hal teknis yang harus aku kerjakan, namun lebih pada mengontrol dan memastikan semua berjalan dengan baik. Ternyata aku baru menyadari bahwa tugas mengontrol dan memastikan itu lebih berat dan lebih sulit daripada mengerjakan sendiri. ya… inilah proses belajar…

Penilaian orang lain juga salah satu faktor yang mempunyai andil cukup besar yang membuatku merasa berat di posisi ini.

jujur ya mbak sy rasa mbak dila keseringan atau terlalu takut menghadapi tantangan yg di luar zona nyaman mb dila.

sehingga membuat optimisme dan keyakinan malah hilang

kl sy jika masih ada satu persen peluang dan itu jika berhasil akan mengubah ya sy ambil.”

Mendapatkan penilaian seperti itu rasanya tuh… hmm… menohok, menohok sekali… Tapi… aku berusaha mengambil hikmahnya. Toh memang hidup tak selalu berjalan mulus kan, selalu ada cobaan dan tantangan. Setelah mendapatkan kalimat makjleb tersebut, aku merasa itu justru semakin menjadi cambukan bagiku agar aku tak seperti penilaian orang itu. Tak masalah… ini adalah proses belajar. Mari buktikan bahwa aku memang benar ‘mau belajar’ 🙂

Advertisements

10 comments on “Saya Mau Belajar

  1. Ya namanya posisi baru pasti ada rasa tidak percaya diri dengan kemampuan diri swndiri. Namun seiring berjalannya waktu nanti bakalan terbiasa kok. Asalkan benar-benar mau belajar dan bekerja keras sesuai tanggung jawab, pasti semua akan baik2 saja meskipun di awal akan terjadi beberapa kali kesalahan sih biasanya.

    • Bener banget mba… dan terkadang yang bahaya adalah malah tak merasa kalo diri ini sedang di zona nyaman. 😣
      Makanya butuh teman sebagai kontrol meskipun kadang terasa menyakitkan 😁

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s