Mantan Terindah (Teman Hijrah #1)

Ini adalah kali pertama aku mengikuti kajian di masji alumni IPB. Letak masjid ini sangat strategis, sebab masjid ini terletak tepat di samping salah satu mall besar di Bogor, yakni Botani Square. Tema yang diangkat dalam kajian kali ini cukup unik, tentang Mantan Terindah. Kajian kok temanya agak gimana gitu ya? Bahas tentang apa ya? Daripada penasaran, yuk mari aku jabarkan beberapa poin yang aku dapat dari kajian yang diselenggarakan oleh Teman Hirah ini (jika ingin follow akun Instagramnya silakan di @temanhijrah_).

Ustad Hilman Fauzi membuka kajian dengan sebuah slide pengertian mantan berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Mantan adalah sesuatu atau seseorang yang sudah pergi, tetapi kadang datang tiba-tiba di pikiran, kadang datang tiba-tiba mengungkit kenangan. Menjelaskan tentang pengertian mantan saja, penjelasan ustad Hilman disambut dengan cekikikan dan senyum-senyum kecil dari para peserta kajian. Bahkan ada yang berkata

ia…bener banget hehe

Mantan itu alumni hati, jadi jangan heran jika suatu saat reuni lagi. Semakin riuhlah tanggapan para peserta kajian yang didominasi oleh anak muda ini. Aku bergumam dalam hati

waduh kalo reuni lagi lalu tiba-tiba terjebak di ruang nostalgia gimana ya…udah kayak lagu aja ni hehe”.

Lalu, dari sekian mantan, tentu ada mantan terindah. Siapakah mantan terindah itu?. Mantan terindah adalah seseorang atau sesuatu yang telah tidak bersama kita lagi, namun kehadirannya dapat menjadi sumber kebahagiaan yang menerangi kehidupan selanjutnya. Jika sepeti itu pengertiannya, mantan ternyata banyak jenisnya ya. Bisa mantan teman, mantan sekolah, mantan pekerjaan, bahkan… yang terpenting adalah mantan amalan kita. Lalu… apakah kita telah memiliki mantan-mantan terindah?

Hari ini… dunia adalah nyata, akhirat hanyalah cerita. Namun kelak jika kita telah mati, dunia hanyalah cerita, akhirat menjadi nyata. Jika demikian, apakah kita telah mengumpulkan mantan-mantan amalan terindah kita untuk bekal di akhirat nanti?

“Tiga perkara yang akan mengantarkan mayit, keluarga, harta dan amalan. Ua perkara akan kembali dan satu perkara yang akan tetap tinggal bersamanya. Yang akan kembali adalah keluarga dan harta, yang akan tinggal adalah amalannya” (HR. Mutafaq ‘Alaih).

Kajian ini begitu membekas di hatiku. Dengan judul yang terlihat menye-menye itu, ternyata kaya akan pelajaran dan pengingat. Aku sangat bersyukur telah Allah berikan kesempatan untuk datang dalam majelis ilmu tersebut. Semoga catatan kajian ini dapat memberikan manfaat kepada teman-teman yang membaca, dan semoga  mantan-mantan terindah yang kita miliki dapat menjadi penyelamat kita di akhirat nanti. Aamiin…

Advertisements
By pradilamaulia Posted in Belajar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s